Menurunkan rumus matematika, untuk mendapatkan formula yang sederhana, yaitu untuk menghitung tarif progresif, yang ada di pasal 17.

Latar Belakang

Pertama kali saya menghitung pajak pribadi sangatlah mudah, karena di bawah PTKP. Berikutnya tetap mudah karena hanya dipotong 5%. Sesuai aturan pajak progresif sebagai berikut:

1
2
3
4
   0 sd 50  juta:  5%
> 50 sd 250 juta: 15%
>250 sd 500 juta: 25%
selanjutnya : 30%

Tiba saatnya bekerja bersama rekan, saya menghitung PPH 21 dengan tarif pasal 17 yaitu 15%, karena akibat bonus project dalam bulan tersebut, penghasilan kena pajak yang disetahunkan, ternyata sudah lebih dari dua ratus lima puluh juta rupiah. Tiba saatnya saya mencari formula yang tepat, untuk pekerjaan mencari tarif progresif ini, yang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu 5%, 15%, 25% dan 30%.

Permasalahan

Bagaimana cara menghitung dengan cepat di lembar kerja spreadsheet?

Tentu saja perhitungan dapat dibuat dengan tabel, yang cocok untuk menghitung satu sampai tiga rekan kerja, namun ini menjadi tidak efisien, dalam pekerjaan sehari-hari bilamana karyawan sudah banyak.

Menghitung cepat dapat dilakukan bilamana perhitungan cukup dilakukan, dengan hanya formula pendek.

Referensi

Sebetulnya saya pemakai LibreOffice Calc., namun referensi terbaik yang saya dapatkan adalah dari situs ini:

Artikel Terkait

Saya juga membikin artikel berbahasa inggris di blog saya yang lain, yaitu mengenai perhitungan tarif progresif, dengan menggunakan Haskell (pure functional programming).


Rumus Pendek

Jawaban singkatnya adalah

1
=max( ({5;15;25;30}%*$PPh) - {0;5;30;55}*10^6 )

Sebagai perbandingan ada juga cara lain, yang lebih panjang.

1
2
3
4
5
=ifs($PPh<=(50*10^6),  $PPh*5%,
$PPh<=(250*10^6), $PPh*15%-5*10^6,
$PPh<=(500*10^6), $PPh*25%-30*10^6,
1, $PPh*30%-55*10^6
)

Fungsi IFS ini ada LO Calc atau MS Excel 2019.

Infografis

Secara ringkas, maka rangkuman dalam gambar infografis dari formula tarif progresif pasal 17 adalah sebagai berikut:

Infografis: Formula Tarif Progresif Pasal 17

Source Gambar

Barangkali perlu, maka source infografis ada di sini:

Contoh Perhitungan

1
2
3
4
5
PKP = 200 juta

PPh = 15% * 200 juta - 5 juta
= 30 juta - 5 juta
= 25 juta

T2 Langsung saja dikurangi 5 juta, langsung ditemukan jawabnya.

Mudah bukan!

Spreadsheet

Libreoffice Calc.

Microsoft Excel.


Perbandingan dengan Metode lain

Beberapa cara yang saya coba membutuhkan beberapa baris, di lembar kerja spreadsheet, yang beberapa diantaranya saya ambil dari referensi ini:

Semua di bawah ini menggunakan fungsi sum atau sumif, sehingga tidak dapat dijadikan satu baris fungsi pendek yang sederhana.

01: Mencari Range

Tarif Progresif: Table

02: Sum antara Max dan Min

Tarif Progresif: Sum antara Min and Max

03: Sumif dan Min

Tarif Progresif: Sumif dan Min

04: Sumif dan If

Tarif Progresif: Sumif dan If

05: Match dan Index

Tarif Progresif: Match dan Index

06: Sum Min

Conditional Range

Tarif Progresif: Sum Min

07: Sum Min Max

Conditional Range

Tarif Progresif: Sum Min Max

08: Sum Min

Dengan Pengurang

Tarif Progresif: Sum Min

09: Sum Max

Dengan Pengurang

Tarif Progresif: Sum Max


Kendala Menemukan Rumus dalam Satu Baris

Cara berfikir procedural dan functional memang berbeda.

Untuk mendapatkan rumus pendek dalam satu baris, maka perlu memakai array dengan melakukan sumproduct. Yang menjadi kendala dalam penggunaan sumproduct ini adalah, array tidak dapat berada dalam fungsi max, min ataupun if.

Penggunaan array di dalam conditional max dapat dilakukan, bilamana array di dalamnya tidak berada dalam fungsi lain.


Kesimpulan

Nah sekarang, kalau aturan pasal 17 ini diubah, yaitu dengan naskah RUU yang baru, maka teman2 dapat membikin rumus sendiri khan ?